Human of Lig (All About Human in Lig)

Manusia adalah ras yang sangat mendominasi kehidupan sehari-hari di Lig dan memiliki populasi yang sangat banyak, tidak ada yang tahu darimana asalnya, para manusia pertama penghuni Lig sudah memiliki peradaban dan cara berpikir yang sangat berkembang ketimbang para elf. Kerajaan serta desa-desa manusia sangatlah banyak.

Tidak seperti elf yang abadi dan susah untuk mati. Manusia sangat mudah untuk meninggal, baik itu karena usia, racun, penyakit, senjata tajam & tumpul. Namun perkembangan keturunan mereka begitu pesat, manusia tertua tercatat hanya berumur 160 tahun, tidak seperti elf yang setelah mati jiwanya akan bertransformasi menjadi seorang Valar, manusia tidak diketahui kemana jiwa mereka pergi.

Human

Human

Manusia sangat mudah mempelajari ilmu sihir, pertukangan, serta menciptakan berbagai macam senjata jenis baru, dan serta taktik perang yang sangat inovatif.

Kebanyakan manusia lebih memilih warrior atau ahli – ahli pengguna senjata ketimbang membuatnya, adapun ahli-ahli senjata terkenal dimasa lampau ataupun dimasa kini yang berasal dari ras manusia. Sejarah manusia tertulis sangat pekat di buku besar sejarah dunia Lig atau pun di seluruh buku sejarah di Malle. Pemimpin – pemimpin manusia terdahulu sudah banyak merubah muka Lig, manusialah ras yang pertama kali menerima ras Khanr sebagai salah satu ras utama di Lig, manusia jugalah yang membuka jalan perdagangan di seluruh Lig.

ASAL USUL

Manusia tidak memiliki asal usul yang jelas. Dikatakan di dalam Parmah Lumequentale O Lig bahwa manusia datang dari dunia lain. Ditulis di dalam Parmah Lumequentale O Lig :

“Tahun 1020, para elf pengelana menemukan pemukiman padat penduduk yang aneh dan memiliki chirikhas yang sedikit berbeda daripada para elf. Para elf itu terkejut melihat perkembangan populasi mereka. Setelah beberapa puluh tahun pembelajaran, kami menyadari bahwa mereka sangat berbeda walau memiliki penampilan yang hampir sama dengan bangsa kami. Duapuluh tiga tahun terjalin hubungan yang erat antara pemimpin mereka dan saya (yang saat itu menjabat adalah raja Sindarin ke-4 Raja Bellsulion Erynion anak dari Pangeran Beriohtarion Erynion),kami menjalin hubungan kerja sama yang mereka tawarkan yang menurutku sangat menguntungkan bagi keduabelah pihak.”

Di situ dikatakan bahwa kerja sama antara elf dan manusia pertama penghuni Lig sudah berlangsung sedari dulu hingga sekarang. Dan para elfpun sangat mudah beradaptasi terhadap bahasa para manusia itu

“Kami masih penasaran, darimana makhluk-makhluk yang tidak abadi ini berasal? Mereka memiliki cirri-ciri : bertubuh ganjang sama seperti kami, memiliki mata yang tidak begitu tajam, namun memiliki otak yang sangat cerdas, rasa ingin tahu mereka setinggi gunung yang nenek moyang kami daki, namun ada yang berbeda dari mereka. Yaitu kuping dan bentuk bola mata kami begitu jauh berbeda. Kami bangsa elf Sindarin memiliki mata bola mata yang runcing dan sangat tajam seperti mata seekor kucing gunung, namun mereka memiliki mata yang bulat dan yang paling dapat dilihat adalah kuping kami, para manusia itu ( begitulah mereka menyebut diri mereka) tidak memiliki daun telinga yang panjang runcing dan besar seperti kami mereka memiliki daun telinga yang pendek dan bulat.”

Human in Warrior Armor

Human in Warrior Armor

“Saat ini kerjasama yang terjalin begitu baik. Kami terus menyelidiki asal usul mereka selama beberapa tahun. Dengan susah payah para penyelidik kami mendapatkan informasi bahwa pemimpin mereka membocorkan rahasia yang sangat mereka simpan ini ‘BAHWA MEREKA TIDAK BERASAL DARI DUNIA INI, MELAINKAN DARI DUNIA LAIN’ mereka mengakui bahwa Lig  bukanlah asal mereka. Saat Pemimpin pertama mereka wafat pada tahun 1083 sang anak meneruskan kepemimpinanya. Dia begitu cerah dan penuh ide-ide cemerlang untuk membuat bangsanya sejahtera. Namanya Ferdinand Von Arthura”

“ Dia memiliki ide untuk membangun kerajaan kecil yang bisa membangkitkan semangat rakyatnya untuk maju. Dari situ terjadi perjanjian pembangunan istana dan akhirnya KAMI menyetujuinya dengan syarat-syarat tertentu yang juga dapat menguntungkan kami. 25 tahun pembangunan istana banyak hal yang terjadi, dan beberapa kali terjadi kesenjangan antara kami. Namun hal itu bisa kami atasi. Dan akhirnya berdirilah kerajaan baru yang dia beri nama Avalent.”

Di dialam Parmah Lumequentale O Lig jelas sekali dingatakan bahwa Ferdinand Von Arthura adalah raja pertama Avalent yang mendirikannya dibantu oleh para elf Sindarin. Walau Avalent sangat jauh dari Sindarin, namun para elf Sindarin tidak keberatan untuk membantunya. Kerajaan Avalent pertama kali diresmikan pada tahun 1115 di catatan riwayat Parmah Lumequentale O Lig manusia sangat memiliki peran andil di dalam kehidupan kerajaan elf Sindarin. Elf Sindarin adalah satu-satunya ras yang mengangkat manusia sederajad dengan mereka saat itu. Perkembangan bisnis perdagangan serta kerjasama antar kerajaan saat itu sangatlah kokoh hingga 1000 tahun kemudian populasi manusia membludak dan menjadi ras yang paling banyak mendominasi Lig , mereka tersebar keseluruh penjuru dunia Lig. dan akhirnya berdiri kerajaan-kerajaan kecil manusia yang disetujui oleh para elf Sindarin pada saat itu.

Namun setelah perkembangan Lig  yang begitu pesat dengan tekhnologi-teknologi baru yang para manusia itu ciptakan sedikit demi sedikit Lig berubah drastic, munculnya beberapa ras baru baik ras yang tidak diketahui asal usulnya hingga ras ras perpaduan antara mereka, menjadikan Lig lebih berwarna. Konflik yang terjadipun tidak bisa dielakkan.

Kerajaan – kerajaan Manusia yang terdapat di Lig saat ini.

  • Avalent
  • Ateshire
  • Varalla
  • Berg
  • San Tiamor
  • Charentro
  • Retromalantine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s